Home Case Study DJI AirSense akan menambahkan deteksi pesawat ke drone DJI mulai tahun depan

DJI AirSense akan menambahkan deteksi pesawat ke drone DJI mulai tahun depan

4 min read
0
0
65
DJI Flysafe – AirSense: The Next Step in Airspace Safety

Pagi ini, DJI menjadi tuan rumah panel ahli di bidang penerbangan, termasuk Federal Aviation Administration (FAA) Jay Merkel dan AUVSI’s Tracy Lamb, untuk membahas implementasi detektor pesawat dan helikopter di drone konsumen baru mulai 1 Januari 2020. Setiap model drone dengan berat lebih dari 250 gram akan memasang penerima AirSense Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B).

Teknologi AirSense, yang merupakan produk lebih dari 30.000 jam dalam upaya pengembangan oleh para insinyur DJI dalam semua tindakan keamanan, bekerja dengan menerima sinyal ADS-B dari pesawat terbang dan helikopter terdekat. Hal ini memungkinkan pilot drone untuk mendeteksi dan menghindari pesawat disekitarnya. “Saya adalah pilot F-18 tahun yang lalu, dan ketika Anda melaju secepat itu, sangat sulit untuk melihat apa pun. … ADS-B tentu saja merupakan salah satu hal yang untuk semua pilot, dan juga untuk pengendali, menjadi alat kesadaran situasional, ‘kata Houston Mills dari UPS Airlines, di panel.

AirSense saat ini tertanam di beberapa drone tingkat perusahaan DJI termasuk Mavic 2 Enterprise. Dalam produksi saat ini bertujuan untuk membuat tingkat keselamatan dan keamanan yang sama tersedia bagi konsumen. Alih-alih mengandalkan suara atau penglihatan, ADS-B dapat mengidentifikasi pesawat dan helikopter dari jauh, dan menampilkan lokasi pada layar remote.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, DJI telah menerbitkan buku putih ‘Elevating Safety’ komprehensif yang memuat 37 halaman upaya yang telah mereka ambil untuk memastikan bahwa drone dan operator mereka tetap patuh. Satu beban signifikan terhadap inovasi dalam meningkatkan langkah-langkah keselamatan adalah banyaknya penggambaran yang tidak akurat dari media tentang penggunaan drone yang ceroboh. Sebagian besar klaim, termasuk insiden di bandara Gatwick dan Newark, masih tidak berdasar.

DJI berpegang pada kenyataan bahwa data yang ada tentang keselamatan drone tidak akurat. Namun, mereka memahami bahwa mereka perlu terus fokus pada penelitian, pengembangan, pendidikan, dan advokasi untuk solusi yang akan meningkatkan keselamatan. Mereka telah menguraikan niat mereka dengan 10 poin berikut:

  1. DJI akan memasang penerima ADS-B di semua drone baru di atas 250 gram.
  2. DJI akan mengembangkan peringatan otomatis baru untuk pilot drone yang terbang pada jarak yang jauh.
  3. DJI akan membentuk Grup Standar Keselamatan internal untuk memenuhi harapan peraturan dan pelanggan.
  4. Kelompok industri penerbangan harus mengembangkan standar untuk melaporkan insiden drone.
  5. Semua produsen drone harus menginstal geofencing dan identifikasi jarak jauh.
  6. Pemerintah harus memerlukan identifikasi jarak jauh.
  7. Pemerintah harus mensyaratkan tes pengetahuan yang ramah pengguna untuk pilot drone baru.
  8. Pemerintah harus secara jelas menunjuk area pembatasan yang sensitif.
  9. Otoritas lokal harus diizinkan untuk menanggapi ancaman drone yang jelas dan serius.
  10. Pemerintah harus meningkatkan penegakan hukum terhadap operasi drone yang tidak aman.

10 langkah ini adalah rencana proaktif DJI untuk mengatasi pertumbuhan berkelanjutan di industri drone. Ini membagi tanggung jawab antara pemerintah, pilot drone, dan perusahaan untuk memastikan drone terus terintegrasi dengan aman ke wilayah udara.

sumber : DroneLife

Load More Related Articles
Load More By Ryan Taftiyan
Load More In Case Study

Check Also

DJI Meluncurkan ‘Solusi Drone Paling Aman Hingga Saat Ini’

Dikutip dari : https://www.commercialdroneprofessional.com DJI telah meluncurkan solusi dr…