Home Drone DJI Phantom 4 “Advanced” Menjadi Alternatif Drone Entry Level Dengan Fitur Unggulan

DJI Phantom 4 “Advanced” Menjadi Alternatif Drone Entry Level Dengan Fitur Unggulan

5 min read
0
0
437

DJI tak pernah berhenti berinovasi dengan seri drone terbarunya. Seri anyar yang dirilis pun nyaris selalu mengusung perubahan, entah itu fitur hingga teknologi yang lebih baik dari apda sebelumnya. Kali ini, produsen tersebut memperkenalkan versi Advance dari DJI Phantom 4. Versi Advance ini pertama kali diperkenalkan pada bulan April tahun lalu. Tujuannya hanya saja, memperluas pasar pengguna Phantom 4 yang semula hanya dari kalangan profesional saja. Seperti yang diketahui, fitur hingga harga yang dibanderolkan pada Phantom 4 tersebut menjadikan drone satu ini seakan ditujukan untuk para film maker.

Seri Advance dari Phanto 4 memang hingga kini masih belum banyak dilirik. Terutama karena DJI memiliki beberapa seri lain yang dianggap sedikit lebih baik dengan harga jauh lebih terjangkau. Katakan saja DJI Mavic Pro yang dihargai antara $749 hingga $999, dengan ukuran lebih kecil pula. Meskipun tentu saja, foldable AUV memiliki pasar yang berbeda dengan seri drone AUV seperti DJI Phantom 4 ini.

Bila Anda masih belum yakin dengan pilihan Phantom 4 Advance tersebut, DJI berencana untuk tak melanjutkan produksi untuk versi base dari drone UAV ini.

Kelebihan DJI Phantom 4 versi Advance

Versi Advance dari seri drone ini mengusung kamera yang lebih baik dengan resolusi lebih besar. Kamera yang dibekalkan memiliki ukuran 1 inchi dengan resolusi sensor 20 MP. Kamera yang digunakan sama dengan Phantom 4 Pro, yang dibanderol dengan harga lebih mahal. Fitur pada mode camera ini terdapat kemampuan merekam video 4K hingga 60 fps (frame per second). Selain itu, terdapat 2 pilihan rekam footage, yaitu 60 FPS H.264 4K footage dan 30 FPS H.265 4K footage. Keduanya dengan resolusi 100 Mbps.

Fitur kamera memang menjadi salah satu unggulan dari DJI Phantom 4 seri Advance. Tak hanya dibandingkan dengan kamera pada versi base, namun bahkan pada versi Advance +. Hanya saja kedua seri tersebut memang lebih unggul dari segi flight mode serta daya tahan aircraft yang lebih baik.

Dari keunggulan kamera serta harga yang lebih terjangkau ini, sudah jelas DJI sengaja menyasar pasar film maker yang membutuhkan hasil footage dengan kualitas terbaik ala Phantom 4. Namun dalam waktu terbang yang lebih singkat serta medan yang tak begitu berat.

Kekurangan DJI Phantom 4 Advance

Tak adil rasanya bila kita membahas mengenai kelebihan yang diusung oleh drone satu ini tanpa mengungkap apa saja kekurangan yang mungkin ada. Phantom 4 versi Advance memiliki waktu terbang yang terbatas. Bila seri lain dari Phantom 4 memiliki flight time lebih dari 30 menit, maka versi advance ini hanya mampu terbang selama 30 menit saja. Selain itu, kapasitas penyimpanan pun terbatas pada 128 GB microSD. Kapasitas yang tentunya minim bila mempertimbangkan waktu terbang serta kualitas video footage yang mampu diambil oleh kamera di drone AUV ini.

Satu lagi, remote control pada seri Advance tidak terdapat layar. DJI memperbaiki kekuarangan ini pada seri berikutnya, Advance+ yang dibekali dengan remote kontrol dengan display layar 5.5-inch 1080 piksel. Meskipun sayangnya lagi, Advance+ memiliki fitur kamera lebih kecil serta harga yang justru lebih mahal dari pada seri base.

Seperti yang dikatakan di awal, Phantom 4 Advance memang ditujukan untuk kalangan profesional dengan kebutuhan yang spesik pada kamera. Mulai dari daya tahan, hingga mode terbang dan kapasitas penyimpanan pada aircraft ini tak seunggul “saudara”-nya yang lain. Namun tetap, Advance 4 Advance menjadi alternatif pilihan dengan harga lebih terjangkau.

Load More Related Articles
Load More By Nayaka
Load More In Drone

Check Also

DJI Phantom Autonomous Flight Hadirkan Fitur Baru Ground Station

Salah satu konsumen quadcopters paling populer di pasaran sekarang adalah pesawat tak bera…